Posted in: Info

Golden Energy Mines (GEMS) siap menambah free float lewat rights issue

Jackpot hari ini Result Sidney 2020 – 2021.

Reporter: Akhmad Suryahadi | Editor: Wahyu T. Rahmawati

KONTAN. CO. ID –  JAKARTA. PT Golden Energy Mines Tbk (GEMS) siap untuk melaksanakan penggandaan modal dengan hak memesan buah terlebih dahulu (HMETD) alias rights issue . Mengutip keterbukaan informasi di laman Bursa Efek Indonesia, Kamis (3/12),   GEMS akan menerbitkan sebanyak-banyaknya 588, 23 juta saham baru dengan nilai nominal Rp 100 bohlam saham, dengan total penawaran segenap berjumlah Rp 58, 82 miliar dalam penawaran umum terbatas I (PUT I).

Adapun setiap pemegang 10 saham lama yang namanya tercatat pada tanggal 8 Februari 2021 berhak atas sebanyak kepala HMETD. HMETD dapat diperdagangkan bagus di dalam maupun di sungguh BEI dan dilaksanakan mulai tanggal 10 Februari 2021 sampai dengan 17 Februari 2021. Meski demikian, GEMS belum menentukan harga pengoperasian rights issue ini.

Sekretaris Perusahaan GEMS Sudin Sudirman mengungkapkan,   makna pelaksanaan akan ditentukan di kemudian hari oleh manajemen GEMS. “Mungkin nanti pada submission berikutnya di rata-rata Januari 2021, ” ujar Sudin saat dikonfirmasi Kontan. co. id, Kamis (3/12).

Sudin juga mengucapkan, tidak ada pembeli siaga ataupun standby buyer dalam aksi korporasi itu yang dananya akan dipakai buat modal kerja (working capital) ini . “Tujuan kami rights issue adalah untuk memenuhi kebutuhan free float BEI, ” sambung dia.

Baca Juga: Dapat peringatan ketiga potensi delisting, ini rencana Golden Energy (GEMS)

Sebelumnya, dalam Rabu (25/11), BEI kembali mengumumkan potensi penghapusan pencatatan (delisting) GEMS buat ketiga kalinya. Pasalnya, anak daya Grup Sinarmas ini belum serupa memenuhi ketentuan BEI terkait dengan jumlah minimal free float .

Sebagai informasi, free float GEMS tercatat telah memenuhi keyakinan minimal 50 juta saham & dimiliki oleh minimal 300 pemegang saham. Akan tetapi, persentasenya belum memenuhi ketentuan minimal  free float yakni tujuh, 5%. Saham GEMS pun terkena suspensi sejak 30 Januari 2018 dan hingga saat ini bergeming di level Rp 2. 550 per saham.

Kepemilikan masyarakat untuk saham GEMS saat ini sejumlah 176, 47 juta saham secara persentase hanya 3% dari mutlak saham yang beredar. Setelah pengamalan PUT I, jumlah kepemilikan saham publik naik menjadi 764, 70 juta saham dengan persentase kepemilikan 11, 82%.

Membaca Juga: Golden Energy (GEMS) proyeksikan produksi batubara capai 32 juta ton pada akhir 2020

Adapun pemegang saham lama yang tak melaksanakan haknya untuk membeli saham baru yang ditawarkan dalam PUT I akan mengalami penurunan persentase kepemilikan sahamnya (dilusi) dalam jumlah maksimum sebesar 9%.

Masih mengutip keterbukaan, emiten tambang batubara tersebut akan menggunakan dana yang diperoleh  dari rights issue antara lain yakni sebanyak 50% akan dipinjamkan pada anak usaha yaitu PT Barasentosa Lestari (BSL), yang akan digunakan  untuk modal kerja. Jika uang hasil pemberian pinjaman tersebut dikembalikan kepada GEMS, dana tersebut bakal digunakan kembali sebagai modal kerja untuk entitas anak lainnya yang membutuhkan

Sebanyak 40% akan dipinjamkan kepada  entitas anak  yaitu PT Borneo Indobara (BIB), yang bakal digunakan oleh untuk modal kerja. Sama seperti BSL, jika sedekah hasil pemberian pinjaman tersebut dikembalikan kepada GEMS, maka dana tersebut akan digunakan kembali sebagai pangkal kerja untuk entitas anak yang lain yang membutuhkan. Sisanya yakni 10% akan digunakan untuk modal kegiatan GEMS.

Baca Juga: Penjualan Golden Energy Mines (GEMS) tumbuh 16, 35% di paruh pertama 2020

SEDEKAH, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami buat menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai pepatah terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.

. bg-color-linkedin background-color: #0072b1; /*artikel selanjutnya popup */. article__flex position: fixed;bottom: 60px;z-index: 9;display: -ms-flexbox;display: flex; background: #fff;box-shadow: 0 0 6px rgba(0,0,0,.2);flex-wrap: nowrap; border-radius: 5px;overflow: hidden;height: 70px;. article__box flex-grow: 1;position: relative; width: calc(100% – 70px);padding: 15px 15px 0 10px;display: -ms-flexbox; display: flex;flex-wrap: wrap;align-items: center;align-content: center;. article__img img. imej width: 90px !important; height: 70px !important; object-fit: cover; . article__subtitle position: absolute;top: 10px;left: 10px;display: block; width: calc(100% – 80px);overflow: hidden;font-size: 10px;line-height: 1;color: #2a2a2a;. article__title a. article__link display: block; font-family: Roboto,sans-serif; line-height: 1.3; color: black; letter-spacing: 0px;. article__title a: hover color: #f38d21;. article__title display: block;font-size: 14px;font-weight: 700;color: #000; height: auto;max-height: 37px;overflow: hidden;. showHide display:none; @media only screen and (min-width: 800px) .article__flexbottom: 99px; max-width: 607px; height: 85px; .article__subtitle font-size: 12px; .article__title display: block;font-size: 18px;max-height: none; .article__img img.imejwidth: 110px !important; height: 85px !important; margin-top: 0px; margin-bottom: 0px; /*END OF- artikel selanjutnya popup */

<! —

–> <! —

Video Pilihan gong11deng –>
<! —

EMITEN

gong11deng –>