hasil-review-sec-ada-klaim-yang-tidak-sesuai-dalam-pengelolaan-dana-bertema-esg-1
Posted in: Info

Hasil Review SEC, Ada Klaim yang Tidak Sesuai dalam Pengelolaan Dana Bertema ESG

Dapatkan promo member baru Pengeluaran HK 2020 – 2021.

ILUSTRASI. Logo Stock Exchange di kesempatan masuk bursa New York, New York City, AS, 29 Maret 2021. REUTERS/Brendan McDermid

Sumber: Reuters | Editor: Thomas Hadiwinata

KONTAN. CO. ID –  WASHINGTON. Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Konsorsium (AS) atau SEC, simpulan pekan lalu, menyatakan, ada klaim yang “berpotensi menyesatkan” dan kontrol yang tak memadai seputar investasi bertema environmental, social and governance (ESG). Pernyataan itu menunjuk ke hasil pengkajian SEC atas kegiatan penasihat investasi dan dana.

Regulator memperingatkan para pengelola dana bahwa buatan evaluasi memperlihatkan ada ketidaksesuaian di antara pendekatan investasi yang dideklarasi dengan yang sesungguhnya terjadi. Salah utama bentuknya adalah bagaimana kongsi menangani pemungutan suara atas nama investor, serta “klaim yang tidak berdasar serta berpotensi menyesatkan” mengenai desain investasi yang bertanggung jawab secara sosial.

Peringatan pekan lulus merupakan yang terbaru sebab serangkaian tindakan yang diambil   SEC untuk memurukkan risiko iklim dan urusan sosial dan pemerintahan ke dalam kerangka kerjanya. Kecendekiaan itu diambil SEC sejak Joe Biden dilantik jadi Presiden AS.

Menyuarakan Juga: Saham-saham ini banyak ditadah aneh saat IHSG tumbang 2% pada Senin (12/4)

Bulan lalu, SEC mengerahkan tim untuk meninjau pengungkapan risiko perubahan iklim. Regulator bursa itu serupa telah memperbarui panduan untuk perusahaan publik tentang berbagi informasi yang perlu mereka ungkap ke publik sehubungan denga climate risk. SEC menjadikan topik tersebut jadi prioritas untuk pemeriksaan 2021.

Pengelolaan dana yang berorientasi ke tanggung jawab sosial semakin populer di kalangan investor dalam beberapa tahun final. Dana yang mengalir meresap ke reksadana berkelanjutan mencapai US$ 51 miliar pada tahun 2020 saja, patuh Morningstar. Itu adalah rekor dana masuk tertinggi.

Seiring secara popularitasnya yang membumbung, reksadana itu juga menuai kritikan. Banyak pengamat yang menghargai pengelola dana melebih-lebihkan kredensial pengelolaan dananya demi menarik uang tunai.

Penelitian SEC menemukan contoh di mana kongsi tidak memiliki proses legal untuk investasi bercorak ESG, kendati mereka mengklaim demikian. Dalam beberapa kasus, SEC mengatakan penasihat tidak mempunyai cara untuk “melacak dengan wajar” atau menyaring investasi di industri tertentu.

Dalam kejadian pemungutan suara proxy, SEC mengatakan menemukan contoh pada mana beberapa investor diberitahu bahwa mereka dapat menyerahkan suara secara terpisah pada proposal terkait ESG, tetapi kemudian tidak pernah diberi kesempatan itu.