Posted in: Info

Permintaan di lelang sukuk pekan ajaran diramal masih tinggi, ini sebabnya

Reporter: Intan Nirmala Sari | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN. CO. ID –  JAKARTA. Prospek lelang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau Sukuk minggu depan diyakini masih akan penuh dilirik pelaku pasar. Penopang istimewa tampak dari kondisi likuiditas di pasar yang masih cukup likuid.

Sebagai informasi, Selasa 4 Agustus nanti pemerintah lewat Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Departemen Keuangan (DJPPR Kemenkeu) kembali bahan meluncurkan lelang Sukuk dengan bahan indikatif Rp 8 triliun. Yang mana, sebanyak 5 seri akan ditawarkan pemerintah dalam lelang tersebut.

Baca Juga: Laba Dharma Satya Nusantara terbang 163% di semester I-2020, tersebut pendorongnya

Head of Fixed Income Bank BNI Edy Pramono menilai, lelang sukuk pekan pendahuluan diprediksi masih sangat diminati, menetapi kondisi likuiditas pasar masih sangat likuid. Ditambah lagi, hasil Federal Open Market Committe (FOMC) malam tadi menunjukkan tone The Fed yang masih tetap dovish.

“The Fed kemungkinan akan melakukan segala cara buat mendorong pemulihan ekonomi. Itu selalu mengindikasikan bahwa The Fed akan men- support dengan penuh stimulus sehingga meningkatkan risk appetite investor, ” ungkap Edy kepada Langsung, Kamis (30/7).

Untuk itu, Edy memperkirakan jumlah demand atau penawaran menyelap diprediksi tidak akan jauh bertentangan dari hasil lelang sukuk sebelumnya yakni di kisaran Rp 40 triliun. Sedangkan untuk potensi rembesan dari pemerintah juga masih bakal sama dengan lelang sebelumnya, yaitu di kisaran Rp 11 triliun.

“Kemungkinan masih sama seperti lelang sebelumnya, mengingat serapan anggaran negeri juga masih rendah. Biasanya berangkat naik pesat di kuartal IV, ” tambahnya.

Menangkap Juga: Laba bersih Jasa Marga (JSMR) anjlok 90, 02% jadi Rp 105, 73 miliar di semester I-2020

Hal tersebut disebabkan yield atau imbal hasil yang ditawarkan oleh seri-seri tersebut masih benar menarik, terutama bagi investor masa panjang seperti dana pensiun, asuransi dan juga investor asing. Makin, kepemilikan obligasi pemerintah Indonesia sebab investor asing dinilai Edy selalu mulai kembali meningkat.

Ke pendahuluan, Edy menilai untuk tren yield sukuk tenor 14 tahun diprediksi akan berada di kisaran 7, 5% -7, 6% dan tenor 26 tahun di kisaran 7, 65% – 7, 80%. Adapun kemuliaan tenor yang banyak diincar adalah seri dengan tenor jangka hina dua tahun dan seri tenor jangka panjang seperti 14 tarikh dan 26 tahun.

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat ana untuk menyajikan artikel-artikel yang berisi dan bermanfaat.

Jadi ungkapan terimakasih atas perhatian Kamu, tersedia voucer gratis senilai dana yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.

–> Video Pilihan gong15deng –>
SUKUK

gong15deng –>