Posted in: Info

WHO akan luncurkan alat rapid test murah Rp 75. 000, hasilnya keluar dalam 15 menit

Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN. CO. ID –  JENEWA/LONDON . Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan, sekitar 120 juta alat ulangan diagnostik cepat untuk virus corona akan tersedia untuk negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah. Harga alat dibanderol dengan sangat terjangkau yakni US$ 5 atau setara Rp 75. 000 (kurs Rp 14. 900).  

Melansir Reuters, menurut WHO, ketersediaan yang lebih luas dari alat pengujian cepat, andal dan murah akan membantu 133 negara untuk melacak infeksi dan membekukan penyebaran, dan menutup kesenjangan dengan negara kaya.

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan, pabrikan Abbott ABT. N dan SD Biosensor telah sepakat bekerja cocok dengan Bill & Melinda Gates Foundation untuk memproduksi 120 juta alat tes diagnostik Covid-19 lekas yang baru, sangat portabel & mudah digunakan ini. Bahkan alat ini dijanjikan akan tersedia pada jangka waktu enam bulan.

Reuters memberitakan, Tedros mengatakan pada konferensi pers pada Jenewa bahwa alat tes tersebut saat ini dihargai maksimal US$ 5. Namun, diharapkan harganya bisa lebih murah.

Mengaji Juga: Jumlah moralitas Covid-19 capai 1 juta, Sekjen PBB: Ini pencapaian yang buruk

“Ini bakal memungkinkan perluasan pengujian, terutama di daerah yang sulit dijangkau dengan tidak memiliki fasilitas laboratorium atau petugas kesehatan yang cukup cakap untuk melakukan pengujian. Ini ialah tambahan penting untuk kapasitas pengujian dan terutama penting di daerah transmisi tinggi, ” kata Tedros seperti yang dikutip Reuters.

Catharina Boehme, kepala eksekutif dari Foundation for Innovative New Diagnostics (FIND), sebuah organisasi nirlaba yang berbasis di Jenewa dalam proyek itu, mengatakan kesepakatan itu adalah “tonggak utama” karena saat ini merupakan hal yang mendesak untuk memajukan pengujian di negara-negara miskin.

Baca Juga: Angka kematian akibat virus corona yang kecil di Afrika untuk peneliti kebingungan

“Ini adalah garis pertahanan baru kita, penting bagi negara-negara buat melacak dan mengisolasi untuk menahan penyebaran virus, ” katanya.

“Kami sekarang memiliki dua tes bernas tinggi yang merupakan yang mula-mula dalam rangkaian yang sedang dikembangkan dan dinilai oleh WHO buat daftar penggunaan darurat, ” introduksi Boehme.

Tes antigen ini tak memerlukan laboratorium. Hasilnya dapat diandalkan dan bisa diketahui hanya pada kurun waktu 15 menit. “Tes ini mudah digunakan seperti tes kehamilan, ” jelasnya.  


–> Video Pilihan gong11deng –>
WHO

gong11deng –>